Jumat, 25 Juli 2014

Sajak

Kini malam dipenuhi sekumpulan detik yang basah dengan ingatan menggigil bersama rindu yang tak pernah bias sederhana sementara kita saling menggu hari dimana kita tua, merangkum peristiwa yang sia-sia bersama hujan yang telah reda kini kepalaku di genangi ingatan..
 ingatan tentang sosok dirimu

langitpun menyala, membawakan gelap kepada terang, lalu hujan membawakanku kepada ciuman-ciuman panjang yang berbentuk ingatan, saat hari ini tiba, hari dimana bendera merah menjadi putih, harapan hanya harapan, hingga aku tersadar kesendirian itu datang

sosok mu hanyalah sosok masalalu
 yang menyatu bersama rindu yang tak pernah bisa sederhana

karena aku.. aku hanyalah manusia biasa yang tidak bisa merubah keadaan saat ini ataupun merubah masa lalu
dan rima ini kuciptakan bersama rintik hujan di sepanjang waktu
karena aku.. aku selalu tersesat, mencari cara untuk melakukan sesuatu tanpa harus memikitkan mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar